Archive for March, 2008

Stranger than Fiction

Pernahkah kamu bermimpi menjadi tokoh utama dalam sebuah novel? Tentunya kamu akan sangat berbangga hati jika hal itu terjadi. Tapi tidak pada Harold Crick (Will Ferrell) di film Stranger than fiction, ia malah begitu sebal karena setiap hari mendengar seorang wanita berbicara menceritakan tentang dirinya. Harold menjadi tokoh utama dalam hidupnya sendiri, penciptanya adalah Karen Eiffel (Emma Thompson) seorang penulis novel berending tragis yang selalu menjadi best seller.Awalnya hidup Harold biasa aja, serba teratur dan tepat waktu. Namun perubahan terjadi saat dia mendengar seseorang berbicara menceritakan kejadian yang baru saja dia lakukan. Karena berfikir dirinya gila, Harold memutuskan untuk pergi ke psikiater. Oleh psikiater, ia disarankan untuk mengambil cuti liburan. Karena menurut catatan pribadinya, selama 12 tahun bekerja Harold belum pernah pengambil jatah cuti. Harold juga disarankan untuk pergi ke ahli sastra untuk memastikan ’suara’ yang selalu mengikutinya.Akhirnya dia bertemu dengan Prof Jules Hilbert (Dustin Hoffman) dia adalah salah satu pengajar di universitas dan juga sebagai pengawas kolam renang fakultas. Diakhir perbincangannya dengan prof akhirnya dia mengetahui siapa wanita yang suaranya selalu mengikutinya beberapa hari terakhir. Dia adalah seorang penulis novel best seller yang sudah 10 tahun tidak mengeluarkan hasil karyanya. Tidak mudah menemukan penulis tersebut.

Cerita dalam film ini bagus, walau tidak ada adegan yang membuatku begidik atau menitikkan air mata. Orang lain akan bahagia jika menjadi tokoh utama sebuah novel, tapi kalau harus mati di akhir cerita? Aku rasa tidak ada yang mau. Bukan hanya dalam cerita, tapi juga pada kehidupan nyata. Jadi setiap tokoh yang diangkat Karen untuk novelnya, tokoh utama itu benar-benar ada dan kehidupannya juga nyata. Bayangkan berapa banyak karakter yang harus ‘dibunuh’ demi novelnya. Tapi jika tidak diakhiri, maka itu bukanlah maha karyanya. Diakhir cerita, Harold tidak jadi mati kok. Kalo mati, wah bukan ending yang bagus (untuk film ini ;p). Dia justru mendapatkan jodohnya Ana Pascal (Maggie Gyllenhaal).

Dari kisah itu aku jadi tau, bahwa hidup yang biasa-biasa saja dengan rutinitas yang selalu sama setiap harinya suatu saat pasti akan berubah manakala sebuah cinta datang dan mengubah semuanya. So, aku berharap suatu saat nanti hidupku yang bisa-biasa saja dan itu-itu saja, akan berubah menjadi lebih baik.

Jadi pilih mana? Mati dan jadi terkenal, atau hidupmu akan biasa” saja hingga kamu mati?

Movie review Stranger than Fiction by movie-holic.net

The Lake House

Versi asli film ini berasal dari korea. The Lake House berkisah tentang Alex Wyler (Keanu Reeves) dan Kate Forster (Sandra Bullock) yang mengalami kisah cinta perbedaan waktu 2 tahun. Berawal di musim dingin tahun 2006, Kate yang seorang dokter baru saja akan meninggalkan rumah danaunya ketika Alex yang seorang arsitek akan menempati rumah tersebut. Mereka saling berkorespondensi melalui mailbox yang ada di depan rumah. Anehnya, mereka berada dalam perbedaan waktu. Dari situ kisah cinta keduanya tejalin. Ada banyak hal yang mereka berdua ketahui, sebenarnya mereka saling mengenal cuma lupa. Yang paling mengharukan adalah, sebenarnya pria yang meninggal di pangkuan Kate pada tgl 14 Februari (valentine’s day) adalah Alex. Mengenaskan memang… Tetapi semua itu bisa berubah. Di akhir cerita, kate mengirimkan surat ke alex yang isinya agar dia menunggunya selama 2tahun dan jangan mencarinya pada tanggal 14 Februari. Dan.. bisa ditebak kan gimana endingnya. SO sweet… mereka akhirnya bersatu dan tidak ada lagi perbedaan waktu 2 tahun itu.

Movie review The Lake House by movie-holic.net

Click

Film Click ini nggak terlalu bagus (menurutku), hmm.. iya banget. Tapi pesan moral yang terkandung di dalamnya jangan diremehkan. Film ini menceritakan tentang seseorang yang terobsesi dengan pekerjaannya, melupakan keluarganya, kesehatannya, lari dari masalah, pola hidup dan makan yang buruk, tidak ingin merasakan rasa sakit yang selalu diderita oleh manusia dan sebuah remote TV. Ada yang pernah mengalami itu semua, mungkin setelah menonton film ini ada yang tergugah hatinya untuk segera ‘kembali ke jalan yang benar’. Hehehe…Cerita dimulai ketika Michael Newman (Adam Sandler) bertengkar dengan istrinya Donna (Kate Beckinsale) hanya karena maslah remote TV. Michael pun pergi dari rumah dan menemukan sebuah toko (Bed, Bath and Beyond) diantara toko-toko lain yang sudah tutup. Di toko tersebut Michael pun bertemu Morty yang memberikannya sebuah remote yang ternyata itu bukan remote biasa. Kegunaan remote itu sangat banyak, Michael menyetelnya untuk mempercepat dalam hal sickness, sexual intercourse, showering, traffic, arguments with Donna, dan promotions untuk pekerjaannya.Michael pertama kali mempergunakan keampuhan remotenya tersebut untuk menghindari wasting time pada saat mandi dan kemacetan di jalan. Sesampainya di kantor, bosnya bercerita bahwa suatu hari nanti Michael akan menjadi CEO di perusahaan tempatnya bekerja, dan tanpa diduga tau-tau Michael sudah berada di tahun 2017 dan menjadi CEO. Kabarnya bosnya yang dulu meninggal karena bunuh diri. Ia terbangun dan melihat dirinya di cermin, betapa jelek dan gendut dirinya sekarang. Michael pun ke rumahnya yang dulu untuk menemui Donna, dan ternyata menemukan Ben anaknya sama gendutnya seperti dirinya suka makan junkfood dan bermalas-malasan di depan TV. Ia tidak tau ternyata dirinya telah bercerai dengan Donna dan Donna menikah dengan Bill (Sean Astin), guru renangnya Ben. Itu semua akibat Michael meninggalkan keluarganya demi pekerjaannya, bahkan hingga 10 tahun berlalu rumah pohon yang dijanjikan Michael kepada anak-anaknya pun belum selesai dibangun. Karena kesalnya Michael pun bertengkar dengan Bill, tapi tentu saja Donna membela Bill karena Bill sekarang suaminya. Anjingnya Sundance juga ikut membela dengan cara menyerang Michael secara tiba-tiba. Pada waktu itu rencananya Michael ingin langsung pergi ke tahun 2023, tapi gagal karena Suncance sudah lebih dahulu menyerangnya hingga Michael jatuh dan kepalanya terbentur. Michael terbangun 6 tahun kemudia saat mendengar suara Donna dan menemukan dirinya tidak lagi obesitas karena telah menjalani beberapa kali operasi sedot lemak. Michael juga divonis menderita kangker.

Ketika terbangun untuk kesekian kalinya, Michael sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan putra sulungnya Ben. Michael kaget karena Ben juga tidak gemuk lagi seperti dirinya, ia mengira Ben juga menjalani operasi sedot lemak, nyatanya Ben menjadi kurus kembali karena sering olahraga bersama Bill. Michael akhirnya mengetahui siapa Morty sebenarnya, ia adalah Malaikat kematian (malaikat pencabut nyawa mungkin) ketika diberitahu bahwa Ayahnya Michael, Theodore K. “Ted” Newman (Henry Winkler) meninggal. Michael pun kembali ke masa terahir ia melihat ayahnya. Saat itu Michael merasa seperti orang yang paling berdosa di seluruh dunia karena telah mengecewakan dan membentak ayahnya. Menyesal pun tiada berguna, semua tidak sudah terjadi dan remote tersebut tidak bisa untuk mengembalikan ke masa lalu juga Morty tidak dapat menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.

Michael tiba-tiba berada di tahun 2030 menghadiri acara pernikahan anaknya Ben dengan Judy. Pada saat sedang diadakan dansa, Samantha anak keduanya memangil Bill dengan sebutan ‘Dad’. Kalo di negeri orang bule sana, panggilan ‘Dad’ itu menunjukkan tingkat keakraban dan kasih sayang anak kepada ayahnya. Panggilan itu lebih tinggi tingkatannya daripada cuma dipanggil nama atau father. Siapa yang nggak terhenyak mendengar anak kandungnya memanggil dengan kata tersebut kepada orang lain. Michael pun terjatuh dan pingsan terkena serangan jantung. Saat terbangun ia sudah berada di sebuah kamar di rumah sakit. Ben dan Judy tidak jadi berbulan madu akibat insiden tersebut. Saat Ben dan Samantha pergi meninggalkannya, Michael berusaha menyusul mereka. Morty sudah memperingatinya agar jangan kemana-mana karena itu bisa membahayakan hidup Michael. Tapi Michael nekad, ia cuma ingin memberitahu Ben bahwa keluarga itu prioritas utama daripada pekerjaan. Jangan sampai suatu saat ia menjadi seperti dirinya di masa depan.

Tertatih-tatih Michael berjalan menyusul Ben, hujan-hujanan pula. Hingga akhirnya Michael terjatuh sambil berteriak memanggil-manggil Ben. Untungnya sebelum masuk mobil Ben melihat ayahnya. Di saat-sata terakhir ia mengatakan kepada Ben bahwa keluarga yang terpenting, pergilah berbulan madu. Sedangkan kepada Donna, ia memberika secarik kertas yang isinya “forever and ever babe”. Ugh.. so sweet. Tapi masih sempat”nya Michael memberikan jari tengahnya kepada Bill tapi kemudian menggantinya dengan tanda OK. Mungkin maksudnya agar Bill menjaga Donna. Habis gitu Michael mati dech… Hiks :’(

Tapi itu bukan ending dari film ini, endingnya gimana? Nonton sendiri aja dech. Hehehe… yang pasti niy film happy ending kok ^_^

Movie review Click by movie-holic.net