Archive for April, 2008

American Dreamz

Parodi American Idol dan beberapa unsur politik dengan melibatkan Presiden USA. Nama film ini American Dreamz, menceritakan tentang acara talent show yang paling populer saat ini di amerika. Ceritanya bermula dari Presiden USA Joseph Staton (Dennis Quaid) yang selalu didekte oleh (Willem Dafoe) untuk lebih bisa ‘terlihat’ di depan public. Salah satu caranya adalah menjadi juri tamu dalam acara TV populer saat ini yang sedang digandrungi warga amerika, yaitu American Dreamz. Mimpi para penduduk amerika untuk menjadi idola dan terkenal lewat ajang menyanyi. Host sekaligus juri Martin Tweed (Hugh Grant), mencari kontestan” baru untuk American Dreamz musim baru. Aneh bgt, ajang besar seperti itu tapi penilaiannya subjektif, yah walaupun ada bantuan dari polling telpon.Kontestan American Dreams yang paling ditonjolkan di sini adalah Sally Kendoo (Mandy Moore), seorang gadis yang terobsesi untuk bisa menjadi jawara di ajang tersebut bagaimanapun caranya. Ia juga mempunyai mantan pacar seorang veteran perang iraq yang baru saja ikut berperang tapi sudah kena tembak di tangannya. Sally bersama agennya pun berencana memanfaatkan mantan pacarnya William Williams (Chris Klein) agar bisa menarik simpati warga amerika agar menang di ajang tersebut. Kontestan kedua adalah Omer (Sam Golzari), yang sebenarnya warga negara Iraq yang terpaksa pindah ke amerika, Southern California dan tinggal bersama sepupunya Iqbal (Tony Yalda) and Shazzy (Noureen DeWulf). Sebenarnya menjadi salah satu kontestan American Dreamz bukan keinginannya, sebenarnya yang mendaftar adalah sepupunya. Ia tidak sengaja terpilih menggantikan Iqbal setelah tim penilai dari American Dreamz melihat Omar menari. Awalnya Iqbal marah dan kecewa, namun akhirnya ia memutuskan untuk mendukung Omar dan menjadi manajernya. Oh ya, alasan Omar pindah ke Amerika gara” disuruh oleh organisasi teroris untuk membalas dendam, ibunya juga meninggal saat serangan Amerika ke Iraq.

Hal tersebut tidak disia-siakan oleh organisasi terorisnya Omar. Omar sebisa mungkin harus bisa masuk ke dalam babak final, agar bisa membunuh Presiden USA dengan dibekali bom bunih diri untuk membalas dendam. Di sisi lain, Sally dan Martin mempunyai affair, mereka bercinta. Sialnya mereka, hal tersebut diketahui oleh pacarnya Sally, William yang melihat perbuatan mereka dari lubang kunci. Pada saat malam final dan yang tersisa tinggal Omar dan Sally, Omar memutuskan untuk tidak mengikuti perintah pimpinan organisasinya. Ia melepas bom yang tadinya sudah ia pakai di tubuhnya dan membuangnya di tempat sampah di toilet pria. Omar merasa bahwa membunuh Presiden USA bukan solusi terbaik untuk menghentikan perang Iraq-Amerika. William yang kecewa dan frustasi karena dibodohi pergi ke toilet dan membuang cincin pertunangannya dengan Sally. Awalnya William berniat melamar Sally setelah Sally bernyanyi, namun batal gara” dia melihat adegan Sally dan Martin di ruang artis. Pada saat membuang cincinnya ke tempat sampah, ia melihat bom bunuh diri yang tadi ditinggalkan Omar.

Di panggung, pada saat Sally ingin bernyayi William datang dengan ancaman akan meledakan dirinya dan Sally karena dia merasa dikecewakan dan hidupnya sudah hampa tanpa Sally. Secara Sally adalah cewek yang dia cintai sejak masih SMA. Endingnya tragis juga sih, penonton bubar, walaupun Presiden dan Omar sudah membujuknya untuk tidak melakukan hal bodoh itu, tetap tidak mempan. Pada akhir lagu American Dreamz yang dinyanyikan William, ia mendekatkan diri ke kamera yang dibawa Martin dan sedang LIVE, meledakkan diri mereka berdua. Alhasil, matilah William dan Martin. Kabar baiknya adalah, William menjadi pemenang American Dreamz dengan perolehan suara paling banyak sepanjang sejarah, Omar sebagai juara kedua melakukan tur keliling amerika sebagai superstar dan tetep Iqbal menjadi manajernya, tiga teroris yang menyuruh Omar melakukan bom bunuh diri akhinya dipenjara dan mereka jadi kecanduan acara American Dreamz, Sally sendiri sebagai Ameria’s sweetheart terpilih menjadi pembawa acara baru di American Dreamz menggantikan Martin Tweed, pak Presiden USA sendiri menjalani hari” baru dan lebih baik. Dia baru saja pulang dari timur tengah dan mengganti asistennya yang dulu suka mendektenya dengan istrinya sendiri yang membuatnya lebih kompak dalam menghadapi masalah” kenegaraan.

Movie review American Dreamz by movie-holic.net

Election

Film yang dibuat berdasarkan novel yang judulnya sama dan pernah masuk daftar 50 film terbaik SMA dan masuk dalam nominasi Academy Award untuk Best Adapted Screenplay, tetap nggak membuatku lantas menyukai film ini. Dari judulnya saja judah bisa ditebak (ELECTION) film ini berbau politik dan aplikasinya yang diterapkan di sekolah SMA, yaitu pemilihan ketua OSIS. Ceritanya tentang seorang siswi SMA yang berambisi untuk menjadi ketua OSIS, seorang guru yang masa depannya hancur karena mempunyai affair dengan siswi tersebut, seorang sahabat dari guru tersebut yang mempunyai affair dengan mantan istri sahabatnya itu, seorang siswa jago main football yang patah tulang kaki dan frustasi dan akhirnya bangkit dengan mencalonkan diri sebagai ketua OSIS atas dukungan gurunya, seorang siswi yang tidak sadar bahwa dirinya lesbian sekaligus adik kandung dari siswa yang kakinya patah, suka pada sahabatnya sendiri Lisa (Frankie Ingrassia) dan ikut2an frustasi dan akhirnya mencalonkan diri juga menjadi ketua OSIS. Gimana, mbulet nggak baca penjelasanku? Samaaaa… aku yang nonton aja juga bingung nggak ngeh!

Tersebutlah di suatu pinggiran kota Omaha, Nebraska terdapat sebuah SMA dan Jim McAllister (Matthew Broderick) mengajar di sana sebagai seorang guru. Mungkin bagi sebagian orang menyedihkan untuk menjadi guru, dimana para siswanya telah lulus, melanjutkan ke universitas, mendapat pekerjaan yang gajinya besar sedangkan dia masih tetap berada di depan kelas, menerangkan murid2nya dengan coretan di papan tulis. Di sisi lain Tracy Enid Flick (Reese Witherspoon) yang yakin bahwa dia satu2 kandidat yang berkualitas dan tak terkalahkan untuk menjadi ketua OSIS mempunyai sisi lain kehidupan pribadi yang secara tidak langsung menjadi penyebab sialnya hidup Jim. Dua kakak beradik Paul Metzler (Chris Klein) dan Tammy Metzler (Jessica Campbell), menjadi rival dalam pemilihan ini karena alasan konyol. Satu hal yang aku suka dari film ini adalah sisi lain dari penerapan demokrasi di sekolah. Dalam kampanyenya, Tammy mengatakan bahwa jika ia menjadi ketua OSIS, dia akan membubarkan organisasi itu agar murid2 di sekolah itu tidak usah perlu berkumpul lagi di aula tahun depan dan memberikan suaranya dalam memilih ketua baru. Buat apa? Mereka yang memilih juga belum tentu peduli dengan semua yang akan terjadi. Satu2nya orang yang akan peduli adalah dirinya sendiri. Walaupun terpilih tetap nggak membuat keadaan berubah, apakah murid akan menjadi pintar, apakah siswa yg dikucilkan akan diterima, dsb. Benar sich… di Indonesia juga gitu. Jadi, ngapain susah2 cari pemimpin baru kalau yang terpilih nantinya sama saja seperti pemimpin lama. Film Election ini menceritakan dari banyak sudut pandang, dari sudut pandang keempat orang itu. Jadi bukan cerita subjektif satu orang, walaupun yang banyak diceritakan kehidupannya dan dikecewakan adalah Jim.

Ending dari movie Election ini, Tracy diterima di universitas terbaik Georgetown University, tapi sama seperti di SMA dulu dia tidak mempunyai banyak teman. Paul juga melanjutkan kuliah, dia befikir mungkin kalau dia yang terpilih menjadi ketua OSIS waktu itu, mungkin dia tidak dicampakkan oleh Lisa pacarnya (yang juga mantan sahabat adikknya) yang sekarang berpacaran dengan kapten football temannya sendiri. Tammy menemukan pacar baru si sebuah sekolah katolik (tetep bo’ cewek pacarnya…). Bagaimana dengan Jim? Nah.. setelah ketahuan ada affair dengan mantan istri sahabatnya, dia bercerai dengan istrinya dan pindah ke New York menjadi guide di musium. Hikmahnya, dia nggak perlu lagi menggunakan mobil kalau mau ke mana-mana dan bisa membaca koran saat di kereta. Dia masih berfikir bahwa yang paling menyedihkan sebenarnya adalah hidupnya Tracy. Yah, walaupun dia kaya dan sukses, tetap saja semua kehidupannya adalah palsu. Dia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia mau, ingin populer, ‘terlihat’ dan parahnya orang seperti itu tidak mempunyai banyak sahabat sejati. Namanya juga politik. Ckk…ck..ck..

Movie review Election by movie-holic.net

Over The Hedge

Sekelompok ‘keluarga’ binatang yang berada di pinggiran kota dikibulin seorang Rakun gara-gara Rakun tersebut berhutang makanan (snack) kepada beruang ganas yang menyukai keripik kentang. Woww… baru kali ini aku melihat film animasi hewan suka makan chiki, snack, nacho, kripik, dsb Hehehe… ^_^ Sama seperti film-film animasi lainya yang dibuat oleh Disney Pixar, Dreamworks, dsb film Over the hedge ini menggabungkan antara kehidupan hewan-hewan yang bisa berbicara dan kehidupan manusia.

Bermula ketika RJ si Rakun (Bruce Willis) kelaparan dan mencoba mencari makanan, akhirnya dia menemukan gua tempat tinggal seekor beruang yang bernama Vincent (Nick Nolte) yang sedang tidur panjang. Beruang tersebut mempunyai banyak makanan ringan di guanya. Sebenarnya RJ sudah mendapatkan cukup, malah lebih dari makanan yang ia butuhkan. Tapi dasarnya rakun itu rakus, masih aja ada yang kurang dan akhirnya keributan yang ida timbulkan membuat Vincent terbangun. Sialnya, kereta RJ yang penuh dengan makanan snack tadi jatuh ke bawah bukit dan hancur berkeping-keping dihantam mobil. Vincent yang marah segera ingin melahap RJ. Namun RJ pintar berkelit dan berjanji mengganti semua makanan yang telah hilang. Vincent pun setuju dan memberi batas waktu penyerahan makanan pada saat bulan purnama. Itu tandanya ia hanya punya waktu seminggu untuk mengumpulkan banyak snack, termasuk Spuddies - kripik kentang yang sangat disukai Vincent. Wah, kalo itu mah saya juga doyan!

Ditengah kebingungan RJ, dia mendengar sekelompok ‘keluarga’ hewan yang terdiri dari si kura-kura Verne (Gary Shandling), yang selalu protes karena disebut dari spesies Amphibi padahal dia seorang Reptil. Seekor tupai yang hiperaktif banget, bawaannya seperti cacing kepanasan nggak bisa diem, Hammy. Stella si sigung yang tidak menyadari inner beauty yang dimilikinya (tentunya selain bau yang ditimbulkan oleh sigung :-)). Ozzie dan anak perempuannya Heather si tikus putih, keluarga landak Lou dan istrinya Penny, juga anak-anak mereka Spike, Bucky, dan Quillo. RJ berencana memanfaatkan mereka yang mempunyai sifat alami sebagai binatang pengumpul makanan. RJ pun memberi tahu bahwa ada makanan enak yaitu snack dan mengajari trik-trik mengumpulkan makanan secara ‘modern’. Mulanya pengumpulan makanan berjalan lancar, sampai akhirnya datang pembasmi hama.

Film ini lucu juga seru. Ada Avril Lavigne loh yang ikut berpartisipasi mengisi suara Heather. Tapi menurutku sama sekali nggak mirip suaranya Avril saat ia menyanyi. So, endingnya bisa ditebak kok. RJ diterima di ‘keluarga’, Stella akhirnya punya pacar seekor kucing persia (kucingnya Gladys) yang namanya panjang banget ada Mahmood-nya segala. Hehehe.. tapi panggilannya Tiger. Gladys Sharp sang pemilik rumahnya diganggu oleh teman-teman kita yang lucu itu dan Dwayne LaFontant si pembasmi hama akhirnya ditanggkap polisi karena menggunakak senjata pembasmi hama ilegal yang melanggar konfrensi jenewa. Wuihh… kasihan juga loh, Gladys jadi botak dan rumahnya porak-poranda karena senjata yang mengenai dirinya sendiri. Bagaimana dengan Vincent? Ia juga diringkus dan akan dibuang ke pegunungan Rocky, kasihan…

Movie review Over The Hedge by movie-holic.net