Archive for Fantasy

Twilight

Tergelitik untuk mereview film ini, akhirnya kuputuskan untuk menulisnya di dalam blog ini. Padahal saya belum pernah menonton film ini lho, hehehe.. film Twilight yang katanya heboh dan bisa bikin jantung cewek deg-deg ser.. saat melihat aktor cowoknya yang bernama Robert Pattinson.

Bisa dikatakan Bella Swan (Kristen Stewart) adalah cewek yang kuper di sekolahnya. Dia tidak pernah bergaul dengan teman sekolahnya yang bergaya trendy. Kejadian itu dimulai saat ibunya menikah lagi dan mengirim Bella untuk tinggal bersama Ayahnya di kota kecil Forks, Washington. Nah suatu hari dia bertemu dengan Edward Cullen (Robert Pattison) di hari pertama sekolah dan duduk disebelahnya si Edward pas mata pelajaran Biologi. Ternyata Edward adalah vampir yang tampan dan tidak mempunyai taring. Dia dan keluarganya tidak suka menghisap darah manusia. Akhirnya mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Bagi Edward, Bella adalah gadis yang ia tunggu selama 90 tahun sebagai bagian dari belahan jiwanya.

Nah sudah bisa ditebak kan masalahnya gimana? Tentu saja perbedaan status, yang satunya vampir dan satunya lagi manusia. Setelah Edward mengenalkan Bella pada keluarganya, munculah tiga vampir yang tidak suka akan hubungan mereka yaitu James (Cam Gigandet), Laurent (Edi Gathegi) dan Victoria (Rachelle Lafevre) yang mulai mengancam hidup mereka.

Adegan gigit menggigit pun terjadi ketika keluarganya Edward mencoba menyelamatkan Bella. Yah begitulah, namanya juga vampir. Karena saking cintanya pada Edward, Bella pun memutuskan untuk menjadi vampir juga. Ending dari film Twilight ini dengan menampilkan Victoria berada di prom dan melihat pasangan tersebut (Bella dan Edward) dan bersiap-siap untuk membalas dendam atas kematian James.

Bagi yang sudah nonton dan sudah pernah baca novelnya, pasti agak kecewa karena agak nggak sesuai sama novelnya. Ya iyalah… dimana-mana begitu. Bagi yang belum nonton seperti saya, mending tunggu kemunculan filmnya di HBO atau Star Movies saja, hahaha…

Movie review Twilight by movie-holic.net

Lady in the Water

Jaman dulu, manusia dan peri laut berhubungan. Namun seiring berjalannya waktu, manusia tidak mendengar dengan baik, itu yang membuat manusia semakin jauh ke daratan. Kemudian dunia manusia terpisah. Dunia manusia makin penuh kekerasan, tidak ada bimbingan lagi untuk didengarkan. Peri laut muda pun dikirim ke bumi agar kebangkitan manusia terjadi. Peri laut tersebut dikirim ke tempat yang berbahaya dan banyak dari mereka yang tewas. Tetapi mereka tetap berusaha, namun manusia tetap lupa pada ramalan.

Mr. Cleveland Heep (Paul Giamatti) , pria paruh baya yang tinggal sendirian di sebuah rumah dekat apartemen tiba-tiba menemukan seorang gadis yang sering berenang di kolam pada malam hari. Gadis tersebut mengaku dirinya adalah peri laut = Narf. Dia bernama Story (cerita). Story (Bryce Dallas Howard) harus menemui seseorang di gedung apartemen tempat Mr. Heep bekerja dan membawa kebangkitan untuk umat manusia. Seseorang itu adalah penulis buku. Apabila seseorang yang ditemuinya tepat, maka orang tersebut merasakan dirinya seperti tertusuk jarum. Mr. Heep bukanlah orang yang dicari Story. Anehnya apabila Mr. Heep berada di dekat Story dia tidak berbicara gagap, padahal biasanya dia berbicara gagap dan tidak lancar. Awalnya Mr. Heep tidak percaya, namun ketika dia menanyakan kepada Nn. Choi tentang arti “Narf”, dia mendapat informasi tentang Narf. Narf adalah dongeng pengantar tidur di Asia timur. Narf sejenis sea Nymph (peri laut). Jadi ingat kata-katanya Paul yang mengatakan aku seperti Nymph (ih.. jadi tersanjung dan malu ^_^).

Jika tugas seorang Narf telah selesai, ia harus kembali ke dunianya. Untuk bisa kembali ke dunianya, blue world, Narf harus terlihat oleh Great Ealton, elang raksasa yang akan membawanya pulang. Tapi tidak dengan mudah Narf bisa pulang karena ada Scrunt yang siap menghabisi Narf. Mereka akan membunuh narf jika keluar dari air. Scrunt seperti serigala yang bisa memipih dan bersembunyi di rerumputan.Untuk membantu Story agar bisa pulang maka dilakukanlah ritual, semacam upacara. Ritual tersebut membutuhkan bantuan dari orang-orang yang mempunyai kekuatan tetapi tidak menyadari kekuatan mereka. Mereka adalah Perkumpulan dan dua orang pria. Perkumpulan itu perlu bergandengan tangan. Perkumpulan itu terdiri dari 7 saudari. Ditambah lagi seorang pria yang tidak mempunyai rahasia dan seorang pria yang pendapatnya sangat dihargai. Untuk memulai upacara diperlukan seorang pria yang memimpin sekaligus berperan sebagai tabib. Mereka semua ada di dalam gedung itu. Film Lady in the water ini bagus dan lagi-lagi harus disimak secara seksama agar tidak ketinggalan jalan ceritanya. Apa sih perubahan itu? Kebangkitan dalam bentuk apa yang akan terjadi? Ya.. kamu harus nonton sendiri filmnya. Kalau aku cerita di sini jadi nggak seru dong. Hehehe..

Movie review Lady in the Water by movie-holic.net

Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest

Pirates of the Caribbean is one of the highest quality movies I have ever seen. Johnny Depp is clever. The plot ties together brilliantly. There’s lots of funny stuff.

But… although Pirates is meant to be whimsical, it communicates a lot of misleading romanticism about being a pirate.

Movie review Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest by movie-holic.net

There can be no fellowship or any kind of life worth mentioning amongst those who thieve and lie for a living. Pirates cannot be friends because such a trusting relationship grinds against everything they believe in.

Notice how there are resolutions to Jack Sparrow’s or Will Turner’s problems whenever they don’t act like pirates. Jack saves Elizabeth, which gets him jailed straight away, but it eventually opens up all the possibilities he was looking for to retrieve the Black Pearl. At the end of the movie Jack’s friends go against “The Code” to pick up Jack and take him back to sea. When Will and Jack risk their necks for each other, they both end up winning.

Doing the right thing, even if it costs us something, is the most efficient way to get right with ourselves, our relationships and the world around us. Like any other movie about crime versus justice, Pirates makes it hard to remember that crime is not good. Is it OK that we’re entertained by all the things we know to be wrong?When we watch a film about detectives tracking down a serial killer, our moral instincts keep us glued to the screen. We know in our consciences that the law must prevail or else evil people will prey on the innocent. We also care about criminals getting caught because we have a healthy fear of what will happen to us if they continue to get away with murder.A related deception relates to movies that portray one rebellious guy who saves the day by breaking all the rules. Rebellion is not a good thing in itself. We should seek after good, not just avoid evil. [http://mysuse.org/]

Movie review Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest by movie-holic.net