
Tahun 1692. Lima keluarga penyihir besar sama-sama berjanji untuk bersembunyi dari pemburu penyihir. Namun salah satu dari mereka ingkar pada perjanjian tersebut sehingga ke lima keluarga tersebut harus kabur. Konflik di
film The Covenant dimulai ketika polisi menemukan mayat siswa yang mati secara tidak wajar pada saat pesta yang diadakan anak-anak Spenser Academy. Caleb dipanggil oleh kepala sekolah untuk menjelaskan apa yang terjadi dan disuruh berjanji bahwa kejadian aneh tersebut tidak lagi terulang. Caleb dan teman-temannya memang terlihat seperti remaja biasa, namun sebenarnya mereka mempunyai kekuatan sihir. Pada saat umur 18 tahun kekuatan mereka akan menjadi sempurna, namun hal itu justru membuat ketagihan. Akibatnya tubuh seseorang bisa menjadi tua karena tidak sanggup menerima kekuatan sebesar itu.Ada seorang pemuda bernama Chase Collins (Sebastian Stan) yang dicurigai sebagai dalang dari keanehan semua itu. Dia mengincar kekuatan Caleb. Chase pun menyerang teman-teman Caleb dan menyandra Sarah Wenham (Laura Ramsey) agar Caleb mau memberikan kekuatannya pada saat ulang tahun ke 18 kepada Chase. Caleb tidak punya pilihan, namun akhirnya dia tidak menyerah. Untungnya atas permohonan ibunya, Evelyn (Wendy Crewson) ayah Caleb mau memberikan kekuatannya pada anak semata wayangnya tersebut untuk mengalahkan Chase.
Caleb menang dan Sarah selamat. Namun sayangnya pada saat polisi dan pemadam kebakaran datang untuk memeriksa TKP, tidak ditemukan jasad Chase. Chase menghilang begitu saja bagai ditelan bumi dan tak berjejak.Berikut adalah anak-anak dari keluarga penyihir Ipswich yang legendaris (
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Covenant_(film):
Caleb Danvers
Caleb Danvers, played by Steven Strait, is the captain of Spencer Academy’s swimming team. He is exceptionally competitive and expects nothing other than the best from himself.
Pogue Parry
Played by Taylor Kitsch, is the second oldest “Son of Ipswich”. He is possessive of his longtime love, girlfriend Kate Tunney and gets jealous of her talking to other guys.
Reid Garwin
Deceitful and roguish Reid Garwin, played by Toby Hemingway, is the third oldest “Son of Ipswich”. He is a brash and a persistent practical joker.
Tyler Simms
The youngest of the Sons of Ipswich, Tyler, played by Chace Crawford, is shy and quiet. He can act somewhat awkwardly in front of girls and tends to pair off with Reid.
Movie review The Covenant by movie-holic.net
Posted on Sep 10, 2008 by brillie under Horror |

Berbicara tentang Halloween tidak lengkap rasanya tanpa membahas film yang serem dan mengerikan. Hehehe.. tapi kali ini aku tidak akan mereview film yang sadis kok, thriller atau produk seputar mutilasi yang akhir-akhir ini marak di dunia nyata. Memang sih kalau dilihat dari posternya, film ini terkesan mengerikan, namun pada kenyataannya tidak. Film yang dibuat ulang dengan judul yang sama pada tahun 2006 berdasarkan film buatan Inggris ini dibintangi oleh Nicholas Cage. Kamu harus ekstra menyimak alur cerita di
film ini jika tidak ingin dibuat bingung dan mengesalkan banyak orang karena terlalu banyak bertanya, “
Film The Wicker Man maksudnya apa?” wah.. Ceritanya ketika Edward Malus (Nicolas Cage) yang seorang polisi di California mendapat surat dari mantan tunangannya Willow (Kate Beahan) yang mengatakan bahwa anak perempuan Willow, Rowan (Erika-Shaye Gair) tiba-tiba menghilang. Edward diminta ke Summersisle, sebuah pulau terpencil yang hanya bisa dijangkau melalui pesawat amphibi.
Pada saat datang ke pulau itu, Edward sudah merasakan keganjilan. Terlebih lagi sarana telekomunikasi tidak berfungsi di pulau itu, para pria di pulau itu sedikit sekali dan kebanyakan para wanita yang bekerja, nama-nama penduduk di situ juga berasal dari nama bunga. Sepertinya pulau tersebut benar-benar asing dan terpencil. Setiap orang yang ditanya tentang keberadaan Rowan, mereka menjawab tidak tahu. Bagaiama bisa seorang anak tiba-tiba menghilang tanpa ada seorang pun yang tahu. Ada kabar yang mengatakan bahwa Rowan meninggal, tetapi Willow terus meyakinkan Edward bahwa Rowan belum meninggal dan menyuruhnya terus mencari karena pada kenyataannya bahwa Rowan adalah anak hasil hubungan Edward dan Willow 6 tahun lalu sebelum akhirnya Willow kabur dari Edward dan pulang ke Summersisle.Setelah diselidiki, ternyata penduduk di pulau itu menganut kepercayaan tentang ritual mengorbankan manusia untuk kesuburan hasil panen madu di pulau itu. Edward pun akhirnya sadar bahwa dia telah dijebak oleh seluruh penduduk termasuk Willow, wanita yang dicintainya. Penduduk di pulau itu meniru cara hidup lebah, dimana sebagian besar para pekerjanya adalah lebah betina dan lebah jantan hanya berfungsi untuk berkembang biak dan meneruskan keturunan. Yah.. mengerikan memang, Edward harus mati. Lalu apa hubungannya dengan Wicker Man alias si manusia anyaman? Nah.. manusia anyaman itu merupakan simbol dari persembahan yang diberikan kepada dewa dan dewi mereka agar tidak pernah gagal panen. Semua persembahan berupa buah-buahan, hewan bahkan manusia dimasukan ke dalam bangunan yang terbuat dari anyaman kayu yang berbentuk manusia. Ih.. sadis yach.Yah begitulah, kisah itu akan selalu ada dan terus berlanjut. Ternyata modus operandi penduduk di situ adalah mengirim wanita-wanita cantik seperti Willow untuk mencari mangsa cowok di bar yang berprofesi sebagai polisi. Mereka membuat diri sendiri hamil dan beberapa tahun kemudian mengirimkan surat yang menyuruh mereka datang. Mengapa polisi? Karena insting polisi untuk menyelidiki dan diliputi rasa ingin tahu alias penasaran. Jadi dengan mudah korban datang untuk mengorbankan diri mereka secara sukarela. Well, bagi kamu yang polisi apa mau kalau ditawari cewek cantik tapi ujung-ujungnya harus mati gosong?
Movie review The Wicker Man by movie-holic.net
Posted on Aug 10, 2008 by brillie under Horror |
Film horor
Stay Alive yang dirilis pada tahun 2006 ini terdapat banyak adegan yang mengerikan, berdarah-darah, tetapi tidak sesadis seri SAW. Berhati-hatilah bagi para gamer dalam membeli permainan, karena bisa-bisa game tersebut memaksamu untuk tetap bermain dan bertahan hidup. Seperti judulnya, film ini mengisahkan sekelompok anak muda yang memainkan game yang misterius, game yang memaksamu untuk terus bertahan hidup di dalam game tersebut. Jika kamu mati atau game over, maka begitu pula nasibmu di dunia nyata. Mati dengan posisi dan cara meninggalnya sama seperti bagaimana kamu mati di dalam game. Huww.. mengerikan ya. Ternyata penyebab dari semua itu bersumber dari kata-kata pembuka di awal game yang harus diucapkan sebelum game dimulai. Kata-kata tersebut (
“The Prayer of Elizabeth”) adalah mantra yang membangunkan roh wanita bangsawan yang ada di dalam game.
Awalnya Loomis Crowley (Milo Ventimiglia), meminta temannya Hutch MacNeil (Jon Foster) untuk datang ke tempatnya dan bermain game bersama. Keesokan harinya Loomis ditemukan meninggal dengan cara yang aneh dan mengenaskan. Polisi menelpon Hutch karena dia bersama Loomis pada malam sebelum kematiannya. Setelah pemakaman, adik perempuan Loomis memberikan Hutch semua game yang dimiliki oleh kakaknya, termasuk game yang ternyata menjadi sumber kematian. Hutch lalu mengajak beberapa teman untuk memainkan game itu bersama. Dia tidak tau bahwa game tersebut berbahaya dan berakibat sahabatnya mati konyol karena game itu.
Mereka yang bermain game antara lain Hutch, Abigail (Samaire Armstrong), Swink (Frankie Muniz), Phineus “Phin” Bantum (Jimmi Simpson), Miller Banks (Adam Goldberg) dan October Bantum (Sophia Bush) mulai merasakan keanehan dari game ini. Mula-mula Miller duluan yang mati setelah beberapa jam memainkan game tersebut. Kematian Miller akhirnya menyadarkan Hutch bahwa Loomis dan Miller mati dengan cara yang sama seperti kematian karakter yang mereka mainkan di game.Disaat October dan Swink mengetahui informasi tentang wanita yang berada di dalam game ‘Elizabeth Bathory’, kakak October meninggal. Akhirnya mereka yang tersisa dan masih hidup pun berusaha menyelidiki dengan pergi ke rumah Loomis. Celakanya, October ditemukan tewas di tangan wanita bangsawan yang ada di dalam game, di sebuah rumah yang sedang dalam perbaikan tidak jauh dari rumah Loomis.
Hutch, Abigail dan Swink pun bergegas ke rumah programmer yang menciptakan game tersebut. Permainan tidak bisa dihentikan (pause), harus tetap bermain dan bertahan hidup. Swink pun menjadikan dirinya sebagai umpan dalam permainan itu, sedangkan Abigail dan Hutch masuk ke dalam rumah besar yang sama persis seperti di dalam game. Apa yang terjadi di dalam game, sama seperti yang terjadi di kehidupan nyata. Ketika Hutch membutuhkan sesuatu untuk membuka pintu, Swink pun memberikan linggis di dalam game dan anehnya.. tiba-tiba linggis itu muncul di dekat Hutch.
Hutch dan Abigail berusaha menemukan wanita bangsawan yang berada di menara rumah besar tersebut dan membakar tubuhnya hidup-hidup. Endingnya, Swink yang semua orang mengira mati (karena dalam game dia game over), ternyata masih hidup. Alasannya karena tubuhnya dikelilingi bunga mawar merah. Ya, roh dalam game itu bisa ditaklukan dengan setangkai bunga mawar. Jadi Swink terlindungi dan tidak terbunuh. Namun sayangnya, satu game berhasil mereka selesaikan tetapi ratusan game lain datang ke toko video game yang siap mencari korban selanjutnya. Game itu berjudul Stay Alive.
Movie review Stay Alive by movie-holic.net