Archive for Science Fiction

Hancock VS Meet Dave

Hayo.. pilih nonton film yang mana, Hancock atau Meet Dave ? Yang main sama-sama aktor negro yang ngetop, berkarakter dan sudah dibuktikan dengan film-film mereka yang bagus. Will Smith, yah pasti kamu sudah pernah menonton filmnya di MIB, Pursuit of Happyness, dsb. Sedangkan Eddie Murphy, siapa sich yang nggak tau dia? Aktingnya di film Norbit yang memainkan tiga karakter yang berbeda sekaligus, benar-benar memukau.Sebagai referensi, Hancock (dibaca dengan aksen bule yach, inggris. Jangan dibaca aksen jawa, apalagi boso suroboyoan. Kalo dibaca pake bahasa jawa nanti jadinya mesuh atau mengumpat :p), bercerita tentang superhero yang keberadaannya tidak lagi dinantikan oleh warga kota Los Angeles. Sedangkan Meet Dave adalah film komedi yang bercerita tentang kedatangan alien bertubuh manusia ke bumi. Mirip MIB yg dimainkan Will Smith. Hehehe.. mereka ini tukeran ga sich perannya?
Di Surabaya cepat sekali bermunculan film-film baru, dalam seminggu ada kali dua film baru muncul. Wah.. wah.. padahal film sebelumnya yang sudah tayang saja aku belum sempat menontonnya :( Mungkin karena efek liburan sekolah kali ya. Jadinya kesempatan untuk meraih penonton sebanyak-banyaknya sangat dimanfaatkan.

Movie review Hancock, Meet Dave by movie-holic.net

Click

Film Click ini nggak terlalu bagus (menurutku), hmm.. iya banget. Tapi pesan moral yang terkandung di dalamnya jangan diremehkan. Film ini menceritakan tentang seseorang yang terobsesi dengan pekerjaannya, melupakan keluarganya, kesehatannya, lari dari masalah, pola hidup dan makan yang buruk, tidak ingin merasakan rasa sakit yang selalu diderita oleh manusia dan sebuah remote TV. Ada yang pernah mengalami itu semua, mungkin setelah menonton film ini ada yang tergugah hatinya untuk segera ‘kembali ke jalan yang benar’. Hehehe…Cerita dimulai ketika Michael Newman (Adam Sandler) bertengkar dengan istrinya Donna (Kate Beckinsale) hanya karena maslah remote TV. Michael pun pergi dari rumah dan menemukan sebuah toko (Bed, Bath and Beyond) diantara toko-toko lain yang sudah tutup. Di toko tersebut Michael pun bertemu Morty yang memberikannya sebuah remote yang ternyata itu bukan remote biasa. Kegunaan remote itu sangat banyak, Michael menyetelnya untuk mempercepat dalam hal sickness, sexual intercourse, showering, traffic, arguments with Donna, dan promotions untuk pekerjaannya.Michael pertama kali mempergunakan keampuhan remotenya tersebut untuk menghindari wasting time pada saat mandi dan kemacetan di jalan. Sesampainya di kantor, bosnya bercerita bahwa suatu hari nanti Michael akan menjadi CEO di perusahaan tempatnya bekerja, dan tanpa diduga tau-tau Michael sudah berada di tahun 2017 dan menjadi CEO. Kabarnya bosnya yang dulu meninggal karena bunuh diri. Ia terbangun dan melihat dirinya di cermin, betapa jelek dan gendut dirinya sekarang. Michael pun ke rumahnya yang dulu untuk menemui Donna, dan ternyata menemukan Ben anaknya sama gendutnya seperti dirinya suka makan junkfood dan bermalas-malasan di depan TV. Ia tidak tau ternyata dirinya telah bercerai dengan Donna dan Donna menikah dengan Bill (Sean Astin), guru renangnya Ben. Itu semua akibat Michael meninggalkan keluarganya demi pekerjaannya, bahkan hingga 10 tahun berlalu rumah pohon yang dijanjikan Michael kepada anak-anaknya pun belum selesai dibangun. Karena kesalnya Michael pun bertengkar dengan Bill, tapi tentu saja Donna membela Bill karena Bill sekarang suaminya. Anjingnya Sundance juga ikut membela dengan cara menyerang Michael secara tiba-tiba. Pada waktu itu rencananya Michael ingin langsung pergi ke tahun 2023, tapi gagal karena Suncance sudah lebih dahulu menyerangnya hingga Michael jatuh dan kepalanya terbentur. Michael terbangun 6 tahun kemudia saat mendengar suara Donna dan menemukan dirinya tidak lagi obesitas karena telah menjalani beberapa kali operasi sedot lemak. Michael juga divonis menderita kangker.

Ketika terbangun untuk kesekian kalinya, Michael sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan putra sulungnya Ben. Michael kaget karena Ben juga tidak gemuk lagi seperti dirinya, ia mengira Ben juga menjalani operasi sedot lemak, nyatanya Ben menjadi kurus kembali karena sering olahraga bersama Bill. Michael akhirnya mengetahui siapa Morty sebenarnya, ia adalah Malaikat kematian (malaikat pencabut nyawa mungkin) ketika diberitahu bahwa Ayahnya Michael, Theodore K. “Ted” Newman (Henry Winkler) meninggal. Michael pun kembali ke masa terahir ia melihat ayahnya. Saat itu Michael merasa seperti orang yang paling berdosa di seluruh dunia karena telah mengecewakan dan membentak ayahnya. Menyesal pun tiada berguna, semua tidak sudah terjadi dan remote tersebut tidak bisa untuk mengembalikan ke masa lalu juga Morty tidak dapat menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.

Michael tiba-tiba berada di tahun 2030 menghadiri acara pernikahan anaknya Ben dengan Judy. Pada saat sedang diadakan dansa, Samantha anak keduanya memangil Bill dengan sebutan ‘Dad’. Kalo di negeri orang bule sana, panggilan ‘Dad’ itu menunjukkan tingkat keakraban dan kasih sayang anak kepada ayahnya. Panggilan itu lebih tinggi tingkatannya daripada cuma dipanggil nama atau father. Siapa yang nggak terhenyak mendengar anak kandungnya memanggil dengan kata tersebut kepada orang lain. Michael pun terjatuh dan pingsan terkena serangan jantung. Saat terbangun ia sudah berada di sebuah kamar di rumah sakit. Ben dan Judy tidak jadi berbulan madu akibat insiden tersebut. Saat Ben dan Samantha pergi meninggalkannya, Michael berusaha menyusul mereka. Morty sudah memperingatinya agar jangan kemana-mana karena itu bisa membahayakan hidup Michael. Tapi Michael nekad, ia cuma ingin memberitahu Ben bahwa keluarga itu prioritas utama daripada pekerjaan. Jangan sampai suatu saat ia menjadi seperti dirinya di masa depan.

Tertatih-tatih Michael berjalan menyusul Ben, hujan-hujanan pula. Hingga akhirnya Michael terjatuh sambil berteriak memanggil-manggil Ben. Untungnya sebelum masuk mobil Ben melihat ayahnya. Di saat-sata terakhir ia mengatakan kepada Ben bahwa keluarga yang terpenting, pergilah berbulan madu. Sedangkan kepada Donna, ia memberika secarik kertas yang isinya “forever and ever babe”. Ugh.. so sweet. Tapi masih sempat”nya Michael memberikan jari tengahnya kepada Bill tapi kemudian menggantinya dengan tanda OK. Mungkin maksudnya agar Bill menjaga Donna. Habis gitu Michael mati dech… Hiks :’(

Tapi itu bukan ending dari film ini, endingnya gimana? Nonton sendiri aja dech. Hehehe… yang pasti niy film happy ending kok ^_^

Movie review Click by movie-holic.net